Festival Rogojembangan 2018

01-10-2018 09:26:42

1882476712

Screenshot_20181001-091249_1

Festival Rogojembangan yang diadakan di Petungkriyono  berjalan lancar dan sesuai dengan rencana awal.Petungkriyono adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini kini tengah digiatkan oleh pemerintah daerah setempat salah satu destinasi wisata alam unggulan. Tak hanya memiliki potensi keindahan alam yang masih asri, Petungkriyono juga memiliki potensi dari sejumlah produk unggulan, seperti gula aren dan kopi.

Festival yang bernama Rogojembangan ini memadukan potensi alam dengan budaya dalam sebuah atraksi wisata yang menarik. Maka, Festival Rogojembangan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Pekalongan dengan beragam budaya, ada pertunjukan kuda lumping, Kuntulan, dan Sintren Langensari.

Demi membuat Petungkriyono semakin dikenal sebagai tujuan wisata, Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk pertama kalinya menggelar Festival Rogojembangan, pada 28-30 September 2018. Berlokasi di Lapangan Sigeger, Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, sebuah panggung dengan latar belakang alam bukit Sigeger yang ditumbuhi pohon pinus disiapkan. Sementara sejumlah stan didirikan di pinggir lapangan yang akan digunakan untuk memamerkan produk unggulan dari sembilan desa yang ada di Petungkriyono, mulai dari kopi, gula aren, hingga hasil alam lainnya. Di atas panggung, sejumlah penampil dari musisi lokal maupun luar kabupaten, menyajikan hiburan bagi pengunjung yang hadir di festival.

Petungkriyono ini memiliki keindahan hutan yang masih asri. Selain menghasilkan kopi dan gula aren yang sudah mulai dikenal luas, hutan di Petungkriyono juga merupakan habitat bagi owajawa, sejenis kera yang dilindungi. Festival Rogojembangan telah dimulai pada Jumat (28/9/2018) dan puncaknya akan dilangsungkan pada Sabtu (29/9/2018) dengan menampilkan kirab budaya, yang dilanjutkan prosesi Napak Bumi Aren Sakjodo dan menanam aren sakjodo yang disiram dengan air dari 9 mata air di Petungkriyono. Selain itu, juga akan digelar berbagai pertunjukan.

Pada malam hari, diadakan pagelaran musik para musisi Pekalongan seperti Reggae Cassava, Keroncong Wapres dan Seroja Entertainment. Pada malam kedua, hadir juga  musik alas (hutan) dengan bintang tamu Kailasa dari Dieng, Olski dari Jogjakarta dan Tigapagi dari Bandung. Sementara itu, kopi dan gula aren sebagai komoditas utama di petung dibagikan untuk para penonton dengan 1.000 cangkir kopi dan 1.000 cimplung (terbuat dari ketela yang dimasak dengan gula aren) yang dibagikan secara gratis untuk para penonton.